INDAHNYA BERBAGI

Coretan penaku
Sederhana, jauh dari sempurna
Semoga bermanfaat

Total Tayangan Halaman

Sabtu, 26 September 2009

aku dan Jagoanku


Bismillah..

Sebenarnya banyak yang istimewa yang mesti diceritakan antara Saya dan jagoan pertama saya (Zaid Al-fatih Akbar)....tapi saya tak pandai merangkai kata.saat ini usianya 23 bulan,3 hari. Bulan depan insyaallah ia akan menjadi seorang kakak dari Zahrotul Nazeeha Qurrota'ain (insyaallah kalo adiknya perempuan, hasil USG dia perempuan). Awal kelahirannya sebenarnya saya sudah bertekad akan memberikannya yang terbaik, salah satunya ASI selama 2 tahun, tapi qadarullah ternyata Allah akan memberikan dia yang lebih baik lagi (seorang adik), jadi ia hanya menikmati ASI sampai 16 bulan, sebenarnya ASI banyak, tapi saran dari dokter untuk dihentikan, yah karena memang kalo memberikan ASI juga serasa ada kontraksi pada calon adiknya (walau begitu alhamdulillah ia mendapatkan ASI ekslusif selama 6 bulan).

Tidak ada yang istimewa hari ini, hanya cerita kami berdua dirumah (biasanya kami ke rumah mamah mertua, kebetulan hari ini ingin istirahat dirumah). Seperti biasa Zaid bangun siang, jam 8 baru bangun, abinya sudah berangkat ke kantor. Saat sedang buka jejaring sosial FB Zaid-ku bangun. Alhamdulillah anak ummi dah bangun, alhamdulillah g nangis (karena biasanya kalo bangun tdr tdk ada siapa2 disampingnya suka menangis)...Bangun tidur langsung ikut "nongkrong" di depan notebook. "mbem,mbem..." ujarnya. Pasti dia ingin melihat mobil2 yang sangat disukainya lewat google. Sambil "gogoleran" ia menikmati gambar2 yang sudah saya carikan untuknya, saya pun rebus air untuk dia mandi. Tapi begitu air sudah disiapkan duuuh susah sekali diajak mandi...waktu chat dengan abinya, satu kata dari abinya "ummi mah gabisa ngerayu sih"...uuh....akhirnya airnya dingin lagi. eeh Zaid malah main dagang2an. "dadaaaang,dadaaang" begitu bunyinya, yang maksudnya adalah "dagang", sambil meletakkan sesuatu di kepalanya. Jagoanku...lucu juga sih..:)

Alhamdulillah ada uak nya main kerumah, jadi deh Zaid mandi sama uaknya dengan air yang kembali direbus. Saat saya menulis ini, dia main2 di badan saya, menyandarkan kepalanya di paha saya, Zaid...ummi sayang sama Zaid,kadang ada ketakutan kalo saya tidak bisa membagi perhatian antara dia dan adiknya nanti. Tapi bismillah...Allah yang mengatur semuanya, Allah sudah berikan, jadi insyaallah saya harus bisa! Laa yukallifullah hu nafsan illaa wus'aha. .........

Kamis, 24 September 2009

Roda Kehidupan Pasti Berputar

Bismillaah...

Pagi hari dua hari yang lalu abi dapat telp dari mamah, intinya diminta kerumah mamah karena ada Mang 'I'. Akhirnya pagi itu setelah beres2 kami ke rumah mamah, tapi ternyata Mang I sudah pulang. Saya masih ingat bagaimana perawakan Mang I. Adik dari bapak mertua, orangnya kecil, badannya kurus, rambutnya yang putih kadang dibiarkan agak panjang dan sedikit 'awut2an' kalo kata orang Jawa. Karena memang "Emang" dari keluarga abi, tidak banyak yang saya tahu. Hanya cerita dari mamah dan abi saja yang membuat saya berkata "ooo..."

"Emang", sekarang sudah ditinggal oleh istrinya yang sudah meninggal karena suatu penyakit dan memiliki seorang anak angkat, karena qadarullaah "emang" tidak dikaruniai anak. Menurut cerita dari mamah dahulu adalah masa2 "berjaya" sang Mamang. Naik turun mobil, rumah gedong, tapi sayang jarang berkumpul dengan keluarga yang lain, jadi seolah2 di dunia hanya ada keluarga Mamang bertiga : Mamang, Bibi dan anak angkatnya. Malah kadang keluarga lain yang akan berkunjung segan, amat sangat segan..(takut dikira....) ya begitulah kalau ada kesenjangan ekonomi antara keluarga. Kalo yang "benghar" jarang mengunjungi yang "kurang benghar" jadi asa2 teu kenal kitu meureun...Pokoknya kehidupan mewah yang dialami Mamang dahulu saat masih ada Bibi. Semua memang takdir Allah, tapi kehidupan Mamang berubah ketika Bibi meninggal. Jadi kehidupannya agak "kacau". Anak angkatnya yang dahulu dinikahkan dengan wali Mamang (yang seharusnya tidak boleh, karena masih diketahui orangtua dari anak angkat tsb!) kini entah kemana. Mamang menikah lagi tanpa sepengetahuan semua keluarga, wanita yang dipilih lebih cocok jadi anaknya..Alhamdulillah mereka dikaruniai seorang putri, tapi qadarullah wanita itu menceraikan Mamang secara sepihak dan menikah lagi dengan laki2 lain dan tak lama mereka memiliki anak (wallahu a'lam sebenarnya itu anak hasil pernikahan sah atau bukan), tapi lebih miris Mamang "diusir" dari rumahnya sendiri oleh wanita ex istrinya tersebut dan sekarang dia tinggal bersama suami barunya (ya Alloh...ada ya wanita seperti itu, Naudzubillah...) dengan dalih itu rumah adalah haknya! Mamang, yang sabar ya....Saya baru tiga kali bertemu dengan Mamang, tapi dari raut wajahnya nampak keletihan yang ada...yang saya ingat kalo Mamang kerumah mamah pasti langsung peluk mamah dan bapak, selanjutnya menangis sejadi2nya.... Sekarang Mamang sudah menikah lagi (dan itu pun tanpa sepengetahuan keluarga)....Kami tidak bisa berbuat banyak. Bapak sebagai kakak Mamang sering menasehati tetapi yah kehidupan Mamang diputuskan sendiri oleh Mamang....

Semua memang rahasia Allah, roda kehidupan kadang di atas kadang di bawah jadi tidak mungkin berjalan datar...Manusia hanya bisa berencana tapi semua Alloh yang mengaturnya dan memutuskannya. Kami sekeluarga hanya isa berdo'a untuk Mamang....

Rabu, 23 September 2009

Potret Wanita Indonesia atau Potret Kemiskinan Indonesia??

Bismillaah...

Pagi hari ini kembali ke rumah mamah, abinya sudah aktif lagi di kantor. Berhubung usia kehamilan sudah agak dekat dengan hari H jadi weh ke mamah terus, biar ada yang 'siap' antar jaga....:) siap antar ke RSB dan siap jaga Zaid...:)

Saat di rumah mamah, ada tetangga yang sedang sibuk menyiapkan motornya. Tetangga itu adalah Mr.X yang ditinggal oleh istrinya ke Arab Saudi guna "mengejar impian" itu katanya. Ia bekerja sebagai TKW, tapi bukan sebagai tenaga profesional tetapi sebagai PRT (secara istri bos abinya Zaid juga TKW di Dubai, tetapi sebagai arsitektur). Hmmm...walau sama2 sebagai TKW, tapi saya dapat melihat jelas sekali perbedaan antara keduanya...(Saya tidak membahas tentang bagaimana hukum wanita pergi tanpa mahramnya, karena sudah ada di tulisan saya sebelumnya...)

Ok kita kembali ke Mr.X tetangga mamah...
Selain menyiapkan motornya, tetangga tersebut menyiapkan juga kedua anaknya. YAH! tetangga itu punya 2 anak perempuan dan usianya yang satu 4 tahun dan yang satu 2 tahun. Bisa dibayangkan.....(sebenarnya apa yang seharusnya dibayangkan???) bukan hanya sekedar betapa repotnya tetangga mamah itu ngurusin 2 anaknya selain ia harus bekerja, tapi...mengapa tega ya seorang ibu yang punya 2 anak dengan usia yang masih balita pergi begitu saja untuk ngurusin anak orang lain...lha wong anaknya saja duuuh kalo anda melihatnya setiap hari...(afwan bukannya mebicarakan kejelekan orang lain), tapi kayak anak yang tidak punya orang tua...bajunya selalu lusuh, rambutnya lengket, kuku nya hitam, kakinya juga kotor,jarang pake sendal,... "carepel" kata orang sunda mah n caludis...Saya tulis ini didampingi Zaid yang usianya sama dengan anak ke2 tetangga saya itu...tak dapat saya bayangkan,bila saya harus meninggalkan Zaid yang masih amat sangat membutuhkan kedua"tangan" saya...Saya yang tidak bekerja saja kalo harus meninggalkan zaid untuk beberapa jam saja khawatir rasanya (walau ia sama mamah)....

Kenapa seorang ibu tega meninggalkan anaknya? mengejar impian katanya. Benarkah? impian akan apa? harta? ekonomi?kehidupan?pengalaman?puff...tidak ada yang tau, bahkan mungkin perasaan ibu itu terhadap anaknya pun saya tidak tau...Kalaupun alasannya adalah eknomi apakah ini potret kemiskinan Indonesia? atau kah ini potret wanita Indonesia yang rela melakukan apa saja demi....(apa ya???)Wallahu'alam...

Akhirnya tetangga mamah itu selesai menyiapkan anaknya akan pergi entah kemana....dengan kondisi : anak yang tertua di belakang, anak kedua di depan. Keduanya diikat dengan kain menyatu dengan badan Mr.X itu. Hingga menyatu lah badan mereka bertiga dalam satu kain....(bisakah anda membayangkan???) Kalo kata Saya benar2 kondisi yang menyedihkan....Para tetangga (termasuk mamah) sibuk bilang: "Opie di jalan jangan bobo ya, pegangan ke bapak ya, kade ah....)

Ya Allah ampuni aku, bukan maksud menjelek2an orang lain..hanya untuk berbagi untuk para ibu, moga kita tidak termasuk ibu yang seperti itu...

Selasa, 22 September 2009

Berjabat Tangan

Bismillaah..

Masih di suasana hari Raya Idul Fitri, tentu tidak terlepas dari bermaaf-maafan, silaturahim. Biasanya kalau maaf2an saling berkunjung, berjabat tangan...Nah ini dia nih yang terkadang buat kita serba salah. Masih ingat dulu waktru masih "belum sampai ilmunya" ke saya :bahwa berjabatan tangan dengan non muhrim itu dilarang. Sempat berfikir dan merasa aneh terhadap orang2 yang tidak mau berjabat tangan...(moga Alloh memaafkanku dan menambah ilmuku,amiin).

Jadi ingat waktu wisuda dulu, protokolernya mengatakan : "untuk yang berjabat tangan tanpa menyentuh, harap beri isyarat sebelum rektor memberikan tangannya". Yah pasti semua wisudawan mengerti maksud ucapan tersebut. Sehingga waktu itu saya langsung memberi isyarat dengan meletakkan kedua tangan saya di depan dada, sehingga rektor pun tidak perlu berjabat tangan dengan menyentuh tangan saya. Sebenarnya bagaimana hukumnya berjabat tangan dengan menyentuh bagi non muhrim? Berikut insyaallaah penjelasannya......

Hukum Berjabat Tangan dengan Selain Mahrom

Penulis: Ustadz Abul Fadhl Shobaruddin

Adapun hukum berjabat tangan dengan selain mahram adalah haram, dalilnya sangat jelas, antara lain :

1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu riwayat Bukhary-Muslim, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menegaskan :

إِنَّ اللهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيْبَهُ مِنَ الزَّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زَنَاهُمَا النَّظَرُ وَالْأُذَنَانِ زِنَاهُمَا الْإِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi setiap anak Adam bagiannya dari zina, ia mengalami hal tersebut secara pasti. Mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zananya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang dan kaki zinanya adalah berjalan dan hati berhasrat dan berangan-angan dan hal tersebut dibenarkan oleh kemaluan atau didustakan”.

Imam An-Nawawy dalam Syarah Muslim (16/316) menjelaskan : “Hadits ini menerangkan bahwa haramnya memegang dan menyentuh selain mahram karena hal itu adalah pengantar untuk melakukan zina kemaluan”.

2. Hadits Ma’qil bin Yasar radhyiallahu ‘anhu :

لَأَنْ يُطْعَنُ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ

Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. (HSR. Ar-Ruyany dalam Musnadnya no.1282, Ath-Thobrany 20/no. 486-487 dan Al-Baihaqy dalam Syu’abul Iman no. 4544 dan dishohihkan oleh syeikh Al-Albany dalam Ash-Shohihah no. 226)

Hadits ini menunjukkan bahwa menyentuh/berjabat tangan dengan selain mahram adalah dosa besar (Nashihati lin-Nisa hal.123).

Berkata Asy-Syinqithy (Adwa` Al-Bayan 6/603) : “Tidak ada keraguan bahwa fitnah yang ditimbulkan akibat menyentuh/berjabat tangan dengan selain mahram lebih besar dan lebih kuat dibanding fitnah memandang”.

Berkata Abu ‘Abbas Ahmad bin Muhammad bin ‘Ali Al-Makky Al-Haitamy (Az-Zawajir 2/4) bahwa : “dalam hadits ini menunjukkan bahwa menyentuh dan berjabat tangan dengan selain mahram adalah termasuk dosa besar”.

3. Hadits Amimah bintu Raqiqoh radhiyallahu ‘anha, sesungguhnya Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘alahi wasallam bersabda :

إِنِّيْ لاَ أُصَافِحُ النِّسَاءَ

Sesungguhnya aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita”. (HSR. Malik no. 1775, Ahmad 6/357, Ishaq Ibnu Rahaway dalam Musnadnya 4/90, ‘Abdurrozzaq no. 9826, Ath-Thoyalisy no. 1621, Ibnu Majah no. 2874, An-Nasa`i 7/149, Ad-Daraquthny 4/146-147, Ibnu Hibban sebagaimana dalam Al-Ihsan no. 4553, Al-Baihaqy 8/148, Ath-Thobary dalam Tafsirnya 28/79, Ibnu Abi ‘Ashim dalam Al-Ahad wal Matsany no. 3340-3341, Ibnu Sa’d dalam Ath-Thobaqot 8/5-6, Ath-Thobarany 24/no. 470,472,473 dan Al-Khollal dalam As-Sunnah no. 45. Dan dihasankan oleh Al-Hafizh dalam Fathul Bary 12/204, dan dishohihkan oleh Syeikh Al-Albany dalam Ash-Shohihah no. 529 dan Syeikh Muqbil dalam Ash-Shohih Al-Musnad Mimma Laisa Fii Ash-Shohihain.

Dan hadits ini mempunyai syahid dari hadits Asma` binti Yazid diriwayatkan oleh Ahmad 6/454,479, Ishaq Ibnu Rahawaih 4/182-183, Ath-Thobarany 24/no. 417,456,459 dan Ibnu ‘Abdil Barr dalam At-Tamhid 12/244. Dan di dalam sanadnya ada rawi yang bernama Syahr bin Hausyab dan ia lemah dari sisi hafalannya namun bagus dipakai sebagai pendukung.)

Berkata Ibnu ‘Abdil Barr dalam At-Tamhid 12/243 : “Dalam perkataan beliau “aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita” ada dalil tentang tidak bolehnya seorang lelaki bersentuhan dengan perempuan yang tidak halal baginya (bukan mahramnya-pent.) dan menyentuh tangannya dan berjabat tangan dengannya”.

4. Hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam riwayat Bukhary-Muslim, beliau berkata :

وَاللهِ مَا مَسَّتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يَدَ امْرَأَةٍ قَطٌّ فِي الْمُبَايَعَةِ أَنَّهُ يُبَايِعُهُنَّ بِالْكَلاَمِ

Demi Allah tidak pernah sama sekali tangan Rasulullah menyentuh tangan wanita dalam berbai’at, beliau hanya membai’at mereka dengan ucapan“.

Berkata Imam An-Nawawy (Syarh Muslim 13/16) : “Dalam hadits ini menjelaskan bahwa bai’at wanita dengan ucapan, bukan dengan menyentuh tangan”.

Berkata Ibnu Katsir (Tafsir Ibnu Katsir 4/60) : “Hadits ini sebagai dalil bahwa bai’at wanita dengan ucapan tanpa dengan menyentuh tangan”.

Jadi bai’at terhadap wanita dilakukan dengan ucapan tidak dengan menyentuh tangan. Adapun asal dalam berbai’at adalah dengan cara menyentuh tangan sebagaimana Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam membai’at para shahabatnya dengan cara menyentuh tangannya. Hal ini menunjukkan haramnya menyentuh/berjabat tangan kepada selain mahram dalam berbai’at, apalagi bila hal itu dilakukan bukan dengan alasan bai’at tentu dosanya lebih besar lagi.

Sumber: http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&cat=AnNisa&article=89&page_order=4

Semoga bermanfaat....amiin

Minggu, 20 September 2009

Siapapun yang hidup pasti akan mati

Bismillaah...

sebelumnya saya dan keluarga mengucapkan "taqobbalallaahu minaa waminkum".
Hari ini adalah hari Raya Idul Fitri yang pertama.Karena taat pemerintah (ialah harus taat ulil amri-pemerintah), maka ikut lebaran hari ini....
Tapi hari ini dihabiskan dengan menjaga rumah mamah. Mamah lagi mudik ke lembur. Sebenarnya mamah tidak merencanakan untuk mudik tahun ini (bahkan ditahun kemarin saya yang rencana mudik ke Ciamis, karena tahun kemarin saya mudik ke kampung saya di Lampung, tapi saya tdk jadi mudik karena usia kehamilan yang sudah tua), Tapi qadarullah, sepupu ada yang meninggal.

A Dadang.....
Innalillaahi wainna ilaihi rojiun...tidak ada yang menyangka.Hari sabtu sore mamah dapat telp bahwa A Dadang kecelakaan saat akan pulang kampung (mudik) di daerah Limbangan. Usianya masih muda, seumuran dengan suami saya, usia pernikahan hampir sama dengan saya,anaknya pun sama baru 1 usia sekitar 2,5 tahun. Hampir sama dengan Zaid..Benar2 tidak menyangka, terakhir kami bertemu 2 bulan lalu waktu arisan keluarga. Semua biasa saja....Teh Neni... afwan tidak bisa bertemu langsung ke kampung, karena usia kehamilan yang sudah 35 minggu, Zidan... yang sabar ya sayang...

Saya dan abinya zaid jaga rumah mamah, saat dzuhur...abinya ke masjid dengan Zaid. Tiba2 langsung mengabarkan bahwa ada tetangga di depan masjid yang meninggal dunia, usianya sudah 70an... innalillahi wainna ilaihi Rojiun...padahal saat ini kompleks di sini sepi, semua sudah mudik dan mungkin sedang silaturahim ke sanak saudara. Tapi kabarnya akan dikuburkan esok hari karena menunggu anaknya dari Tegal.

Peristiwa kematian ini jadi mengingatkan meninggalnya bapak pada 10 Ramadhan 2005, keponakanku Cantik 3 th pada Ramadhan 2008, dan terakhir 2 minggu lalu kakak bapak meninggal dunia...Kematian merupakan peringatan bagi kita yang masih hidup bahwa kita pasti akan mengalaminya...entah kapan...sekarang hanya berusaha untuk mempersiapkan diri, walaupun wallahu a'lam...
Siapapun yang hidup pasti akan mati...hanya bisa berdoa..ya Allah ambil aku dalam keadaan khusnul khotimah..amiin...